Selayang Pandang

LATAR BELAKANG HISTORIS

Pada mulanya tahun 1967, MI Sultan Agung hanyalah sebuah Madrasah Diniyah yang dirintis oleh (Alm.) SA. Saifuddin dan (Alm.) Zumar Idris untuk masyarakat sekitar Babadan Baru. Dengan keinginan untuk terus mengembangkan sayapnya, maka pada tanggal 2 Januari 1969 beralih fungsi menjadi Madrasah Ibtidaiyah. Madrasah ini bernaung di bawah Yayasan Sultan Agung, dengan SK No.03/KPTS/1969 tertanggal 2 Januari 1969. Para pendirinya antara lain Drs H Sarodjo Dahlan, S.A. Saifuddin, BA(Alm.) Mastur Jayadi (Alm.), H. Duri Jayadi (Alm.), Buchori, H.M. Thoha (Alm.) M. Badawi (Alm.), H. Harun Muslim (Alm). Dan ketika itu Yayasan Sultan Agung diketuai oleh Drs . H. M. Sholeh Harun. Kemudian jabatan ketua digantikan oleh H. Syarif Mashur Ridlo yang memangku jabatan selama lebih dari 10 tahun (1996-2007). Setelah purna tugas, sekarang ini Yayasan Sultan Agung diketuai oleh Drs. H. Abdul Hafidh Asrom, M.M, yang dilantik pada tanggal 17 April 2007.

DSC05677

Adapun mengenai Kepala Madrasah, sudah 7 kali  mengalami pergantian kepemimpinan, yaitu SA.Saifuddin, BA (Alm), Nuryadi, BA., Ngimadi (Alm), Suprobo, M. Farih, S.S., Dra. Hanurawati, dan Ali Sofha, S.Ag

MI Sultan Agung adalah lembaga pendidikan Islam jalur formal (sekolah) dibawah naungan Yayasan Sultan Agung pimpinan Drs. H. Abdul Hafidh Asrom, M.M.. yang memiliki potensi untuk berkembang karena letaknya yang strategis (+ 100 m dari jalan raya Kaliurang) dengan didukung situasi yang aman dan nyaman.

Pada awal berdiri kegiatan belajar mengajar di Madrasah ini sama dengan sekolah dasar pada umumnya, yaitu dimulai pukul 07.00 diakhiri pukul 12.30 WIB. Namun sejak dicanangkan menjadi fullday schoolsistem sekolah sehari penuh pada tahun 1998, yaitu kegiatan belajar mengajar dimulai pukul 06.15 dan berakhir pukul 15.00 (setelah sholat ‘Ashar) dan kurikulum terpadu yakni dengan memadukan mata pelajaran umum, agama, dan pesantren.

Perubahan ini dimaksudkan untuk mengurangi kegiatan bermain anak, memberi ketenangan bagi orang tua yang bekerja sampai sore hari dan membekali anak dengan ilmu agama serta melakukan berbagai perubahan baik sistem pembelajaran, pola dan program belajar, maupun metode pembelajaran yang disesuaikan dengan tingkat kebutuhan sekolah, dan kementerian terkait.

Berdasarkan masukan dari berbagai kalangan MI Sultan Agung agar tetap mengacu pada kurikulum dari dua kementerian yang terkait (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama RI), diharapkan terdapat sinergi antara inputdalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan output Sumber Daya Manusia (SDM)yaitu lulusan yang siap memmasuki jenjang yang lebih tinggi dan menjadi sekolah yang bermutu tinggi sesuai dengan visi dan misi madrasah, serta menjadi madrasah/sekolah unggulan.

2 Balasan ke Selayang Pandang

  1. WOOOWWW…sungguh bersejarah….sudah hampir setengah abad dong..KEEP ON ROLLIN’ !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s